Waspadai Efek Buruk Akibat Diet Terlalu Ketat


Loading...
Tidak bisa dipungkiri, diet menjadi pilihan untuk menurunkan berat badan bagi mereka yang mengalami masalah obesitas atau kegemukan. Demi mendapatkan tubuh yang ideal dan sempurna tak jarang kemudian ada yang bahkan rela melakukan diet ketat karena dianggap memberikan hasil yang relatif lebih cepat.

Namun dari pendapat para ahli menjalani diet ketat justru menimbulkan berbagai macam masalah yang justru membahayakan bagi kesehatan. Diet ketat bukan hanya memberikan hasil yang sementara namun juga bisa menimbulkan masalah lain seperti anoreksia,memperburuk kondisi sel otak dan bagi wanita bisa menimbulkan masalah seperti berhentinya siklus menstruasi (amenorrhea) sebelum waktunya.

Efek buruk diet ketat seperti yang dilansir dari laman Genius Beauty, menyatakan bahwa orang-orang yang melakukan diet terlalu ketat akan membuat tubuhnya kekurangan gizi dan yang lebih parahnya adalah memperburuk sel otak dimana sel-sel dalam otak akan memakan dirinya sendiri.

Seperti yang dijelaskan dalam studi yang di lakukan di Albert Einstein College of Medicine di New York City menyatakan jika sel-sel otak akan mengambil keuntungan dari sumber energi yang tersedia di dalam tubuh. Dalam dunia media proses ini sering disebut sebagai autophagy, dan itu mengarah pada rendahnya komponen internal sel. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sel-sel tidak menerima nutrisi yang cukup.

Anoreksia -  Dampak Buruk dari Diet Ketat

Seperti dalam penjelasan sebelumnya, jika diet ketat juga akan menimbulkan penyakit berbahaya seperti anoreksia. Anoreksia merupakan enyakit psikologis dimana fikiran seseorang ingin terus membuat badannya menjadi kurus. Dia melakukan berbagai macam cara supaya badan yang gemuk berubah menjadi langsing. Dia membiarkan tubuhnya merasa kelaparan karena ingin cepat kurus. Padahal diet yang sehat bukanlah dengan cara seperti itu.

Anoreksia akan membuat tubuh seseorang menjadi sangat kurus dan sangat sulit dikembalikan seperti sedia kala. Anoreksia bisa dikatakan sebagai gangguan permanen yang diderita oleh tubuh yang terkait terhadap pertumbuhan dan perkembangan.  Gangguan yang ditimbulkan nya juga bisa mengakibatkan keropos tulang (osteoporosis).

Orang yang menderita anorexia nervosa sangat membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi. Ini berarti tubuh tidak mendapatkan asupan bahan bakar apapun, sehingga dampak akan memperburuk kinerja organ tubuh yang penting seperti jantung. Jantung rawan mengalami gangguan akibat kurangnya jumlah nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

Sekitar 5-10 persen orang yang mengalami anorexia nervosa meninggal akibat kerusakan berbagai organ dan sistem tubuh. Kebanyakan dari penderita meninggal karena penyakit jantung.

Anorexia nervosa bisa menyebabkan anemia dan jumlah sel darah putih menurun sehingga membuat penderita rentan terhadap penyakit.

Hal ini menyebabkan kulit kering, rambut rontok, gigi longgar, dan dapat merusak kesuburan wanita karena hilangnya periode menstruasi.

Waspadai Efek Buruk Akibat Diet Terlalu Ketat
Penyakit Anoreksia akibat dari Diet Ketat 
Orang yang menderita anorexia juga mengalami kekurangan energi, merasa lemah dan dingin, sembelit, serta sakit kepala.

Meskipun kasus-kasus anoreksia ini lebih banyak ditemukan menyerang banyak remaja,model bahkan artis di berbagai negara-negara berkembang bukan tidak mungkin hal ini juga terjadi di Indonesia, terlebih dengan perubahan gaya hidup tak sehat seperti sekarang ini, dan perilaku diet ketat yang semakin menyimpang dari kaidah kesehatan.

Baca juga : 4 Cara Diet Berbahaya, Aneh dan Tidak Penting Anda Coba

Dampak Buruk Diet Ketat Bagi Wanita

Karena diet lebih banyak dilakukan oleh para kaum wanita, maka perlu kiranya tulisan ini menyinggung lebih jauh mengenai dampak yang ditimbulkan menjalani diet ketat bagi wanita.

Seperti penjelasan diatas terkait anoreksia sebagai akibat buruk diet ketat. Anoreksia bahkan lebih buruk efeknya terhadap wanita.

Anoreksia yang disebabkan dari diet ketat akan berdampak pada kesehatan reproduksi, dimana terjadi ketidakseimbangan elektrolit dan sistem reproduksi menjadi terganggu. Anoreksia yang terjadi dalam waktu lebih dari enam bulan bisa dijadikan pertanda bahwa ovarium tidak mampu berfungsi dengan optimal. Lebih parah lagi, apabila seorang wanita tidak memiliki tingkat estrogen tinggi, akan beresiko mengalami menopause dini. Hal itu disebabkan karena indung telur tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Gejala menopause dini ditandai dengan keluarnya keringat dingin dimalam hari dan perasaan susah tidur.

Selain itu anoreksia yang menimbulkan masalah terganggunya hormon estrogen dalam tubuh. Ketika Ketika suplai estrogen dari ovarium terhambat, otomatis tubuh akan mengalami masalah ketika harus menyeimbangkan kadar kalsium. Hal ini yang menyebabkan terjadinya tulang keropos atau osteoporosis.

Nah setelah membaca ulasan mengenai efek buruk dari diet ketat tersebut, apakah anda tetap akan menjalani program diet tersebut? Atau anda lebih memilih menjalankan program diet yang jauh lebih sehat dengan mengatur pola makan dan memperbanyak olahraga. Semuanya tergantung pilihan anda.


Loading...