6 Kesalahan Diet Paleo Yang Harus Anda Hindari !!


Loading...
Marilangsingalami.com - Layaknya pola makan manusia purba, diet satu ini menitikberatkan pada konsumsi makanan alami dan bukan olahan. Agar terhindar, ada baiknya Anda tahu kesalahan praktik diet paleo yang biasa terjadi.

Tak hanya menurunkan berat badan, diet paleo berfungsi menyeluruh bagi kesehatan tubuh. Gula, bahan pengawet, juga produk susu adalah pantang. Namun, sebagaimana jenis diet lainnya, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai untuk menghindari gagal menjalankan diet paleo.

Kesalahan Diet Paleo


Hindari Kesalahan Saat Diet Paleo Ini


Kurang pemahaman soal diet Paleo

The Atlantic menyebutkan secara tersirat, penting untuk menyadari apa alasan dan tujuan orang menjalankan diet Paleo--selain sekadar ingin menjaga kesehatan tubuh atau mengubah penampilan. Sebabnya, mengubah cara makan merupakan perubahan besar, dan itu pasti sulit. Untuk itu, perlu disadari bahwa paleo bukanlah sekadar diet untuk menurunkan berat badan, tapi gaya hidup holistik yang mengarahkan Anda makan sehat, juga mendirikan pola hidup sehat--seperti olahraga dan tidur teratur.

Kurang buah dan sayuran sehat

Dalam diet paleo, buah dan sayur merupakan salah satu konsumsi yang paling penting. Sebabnya, keduanya merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat pangan yang penting bagi gizi seimbang. Artinya, baik untuk kesehatan tubuh sekaligus melancarkan buang air besar sehingga memudahkan penurunan berat badan. Untuk itu, tingkatkan konsumsi buah dan sayuran dengan takaran tepat (sekitar 400-600 gram per hari, dengan dua per tiganya didominasi sayuran).

Tidak mengganti nutrisi yang hilang

Menghindari konsumsi susu, beras dan sejenisnya berarti menghilangkan beberapa nutrisi terutama kalsium, vitamin D, dan serat. Tidak menggantinya akan memicu kekurangan gizi. Ini membuat diet jadi kurang efektif.

Women's Health menganjurkan makan lebih banyak sayur dan buah segar untuk mengganti serat yang hilang. Terutama kale, bayam, kembang kol, brokoli, dan kubis yang merupakan sumber kalsium nonsusu. Sebagai pengganti vitamin D, Anda bisa mengonsumsi jamur dan kuning telur.

Baca juga : Tinggalkan Makanan Ini Jika Ingin Sukses Diet Di Tahun 2017

Mengonsumsi makanan paleo kemasan

Makanan kemasan dengan label menyehatkan --seperti paleo, bebas gluten, bebas kedelai, bebas susu, alami atau organik-- belum tentu sehat. Ada saja kandungan gula, karbohidrat tinggi, lemak, juga garam di dalamnya yang tak baik bagi tujuan diet. Agar lebih sehat, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang benar-benar alami seperti sayuran masakan sendiri atau buah segar.

Terlalu banyak protein hewani

Jangan salah, diet paleo memang mengenyangkan karena terdiri dari asupan protein tinggi. Namun bukan berarti Anda makan banyak protein hewani juga. Saran terbaik adalah selang-seling, atau memperbanyak protein nabati kurus yang tak kalah sehat seperti tahu, tempe, buncis, jagung dan kentang.

Lagipula, mengonsumsi protein sehat-- seperti meyisihkan lemak yang tampak sebelum memasak daging atau menjatah daging-dagingan hanya seukuran setumpuk kartu--bisa menjaga dan menurunkan berat badan sekaligus mencegah penyakit jantung.

Baca juga : 5 Tips Agar Tetap Konsisten dan Termotivasi Saat Diet

Memangkas karbohidrat

Salah besar jka Anda memangkas karbohidrat hanya karena ingin kurus. Lagipula, karbohidrat merupakan asupan penting gizi seimbang, dan tidak hanya diperoleh dari nasi. Manusia purba menikmati sebagian besar karbohidrat dari kentang, ubi jalar, dan jenis umbi-umbian lainnya. Selain itu, brokoli serta sayuran hijau merupakan sumber karbohidrat yang tak kalah hebat.


Loading...